Langsung ke konten utama

perayaan ambigu


memaknai arti kelahiran bukanlah hal yang mudah, karena setiap kepala memiliki redefinisi yang berbeda. hari kelahiran, adalah hari sakral menurut sebagian insan, yang ianya harus merayakan pesta bersama khayalak sekitarnya.
hari kelahiran adalah hari penuh harapan, karena ianya di haruskan menyebutkan keinginannya sebelum meniup kuningnya lilin di atas lembutnya kue.
hari kelahiran adalah hari dimana seorang anak berbahagia karena sudah ada lampu hijau untuk melakukan apapun yang biasa dilakukan orang dewasa.
hari kelahiran ialah hari di mana setiap kerabat serta teman bahkan kekasih beramai-ramai mengucapkan selamat padanya.
hari kelahiran adalah hari yang begitu ditunggu-tunggu karena ia merupakan hari penuh dengan tumpukan hadiah yang bertumpah ruah.
dan ia adalah hari yang indah menurut pandangan sebagian orang.

namun, mengapa aku memberi judul tulisan ini "perayaan ambigu"? karena definisi yang ku miliki tak serupa dengan definisi yang dimiliki banyak orang. entahlah, tapi aku memang tak sekata dan sehati dengan definisi yang tergores di atas.
aku lebih suka memaknainya sebagai hari penuh kekhawatiran, karena ia berarti jatah nafasku telah berkurang, meski hanya berbilang satu. karena seluruh amalanku belum tentu cukup masuk ke dalam kantong simpanan di saat aku telah terbujur kaku. karena ribuan kesalahan bahkan dosa telah terjamah olehku sedang aku tak menyadari hal itu.

hingga aku tak lagi kuasa untuk merayakan setiap kecemasan yang memeluk hatiku.


Sragen, 22 Februari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Review Skripsi

REVIEW SKRIPSI BAB I “ HUKUM MEMBACA SURAT YASIN PADA ORANG MENINGGAL KAJIAN HADITS MEMBACA SURAT YASIN PADA ORANG MENINGGAL” Oleh Ihda Al-Husnayain Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “ Metodologi Penelitian” Diampu oleh: Ust. Junaidi Manik, M.PI Oleh: Uswatun Hasanah PROGRAM AD-DIROSAH AL-ISLAMIYAH AL-MA’HAD AL-‘ALY HIDAYATURRAHMAN SRAGEN 143 9 H/ 201 7 M A.     Judul Skripsi. HUKUM MEMBACA SURAT YASIN PADA ORANG MENINGGAL KAJIAN HADITS MEMBACA SURAT YASIN PADA ORANG MENINGGAL (Studi Analisis) disusun oleh: Ihda Al-Husnayain. Judul skripsi merupakan hal sangat penting, karena judul akan menggambarkan pembahasa yang akan dikaji oleh penulis, selain itu judul skripsi harus sesuai dengan pembahasan yang ditulis oleh penulis. Judul skripsi pun harus singkat, jelas serta menarik. Adapun judul skripsi di atas menurut reviewer sudah baik dan sesuai dengan metodologi penulisan skripsi yan...

Gharaiq dan Kisah Kepalsuannya.

Islam mulai menyebar di kota Makkah, para pemuka Quraisy dan orang musyrikin lainnya banyak yang terusik khawatir jika suatu saat tidak ada lagi manusia yang menyembah Latta, Uzza dan Manath Tuhan-tuhan peninggalan nenek moyang mereka. Alhasil banyak orang-orang Quraisy yang mengintimidasi orang-orang yang berislam kepada Muhammad dari kalangan kecil dan hamba sahaya. Penyiksaan yang di bawahi kaum musyrikin semakin hari semakin menjadi, hingga akhirnya Allah perintahkan Rasulullah SAW untuk berhijrah ke Habasyah. Tak lama usai hijrahnya kaum muslimin ke Habasyah, tersiar kabar bahwa kaum musyrikin Quraisy telah tunduk keada seruan Nabi SAW dan telah memeluk Islam. Bahkan dikatakan, bahwa tidak ada seorang pun dari mereka yang tidak mengikuti seruan Nabi SAW. Mendengar kabar tersebut banyak kaum muslimin yang berkeinginan untuk kembali ke tanah kelahiran mereka (Makkah), padahal sesungguhnya kabar tersebut adalah kabar dusta yang dibuat oleh kaum musyrikin. Kabar tersebut ...

Metodologi Penafsiran

M etod ologi   p enafsiran menurut para mufassir ada empat macam , yaitu : 1.     Tafsir Tahlili   (Analisis) a.        Definisi Adalah metode penafsiran ayat al-Qur'an yang disusun berdasarkan urutan mushaf dengan menjelaskan secara detail dan menyeluruh yang meliputi isi kandungan ayat al-Qur'an, hukum-hukum, Asbab an-Nuzulnya, balaghoh, munasabah, naskh mansukhnya, dan lain sebagainya. b.       Karakteristik Tafsir Tahlili 1.     Metode yang banyak digunakan oleh   para m ufassir terdahulu sampai sekarang . 2.     Menafsirkan ayat demi ayat dan surah demi surah secara berurutan dalam mushaf. 3.     Penjelasan mendetail dan p aling banyak corak orientasi . 4.     Mufassir menjelaskan makna yang terkandung dalam ayat tersebut secara menyeluruh, baik dari segi I’rab, fiqih syari’at, asbabun nuzul, dsb. 5.  ...